gOndheZ'eZz bLog: Membuat Miniatur Kapal Perang Sederhana dari Kertas

Jumat, 19 April 2013

Membuat Miniatur Kapal Perang Sederhana dari Kertas

Pernahkah Anda melihat miniatur seperti kapal layar, kapal perang, pesawat terbang, rumah, dan lain-lain? Apa Anda suka miniatur? Miniaturnya terbuat dari bahan khusus untuk pembuatan miniatur. Harga penjualan miniatur sekitar sejuta – tiga juta rupiah. Wah, mahal! Menurutku, harga tiga jutaan itu terlalu mahal hampir sama dengan harga ponsel. Saya tidak tahu kenapa miniatur dijual mahal? Mungkin bahan-bahan khusus untuk miniatur mahal juga peralatan untuk pembuatan miniatur. Sebenarnya miniatur kesukaan saya adalah kapal perang. Tetapi, saya tidak sanggup membeli miniatur kapal perang asli seharga 2,8 juta rupiah (311,11 dollar) dengan uang sendiri. Jadi, saya membuat miniatur sendiri saja sebagai alternatif. Selain itu, saya ingin mendapatkan pengetahuan mengenai bagaimana membuat miniatur sendiri. Untuk membuat miniatur, Saya membutuhkan bahan dan peralatan untuk pembuatan miniatur dibeli sekitar Rp. 45.000,- (5 dollar) jadi lebih hemat. Membuat miniatur itu hobi baru bagi saya.

Tentang miniatur buatan sayaSaya coba membuat miniatur kapal perang itu mirip dengan kapal perang TNI AL KRI Diponegoro tetapi ada yang diubah dengan menambahkan sesuatu baru pada miniatur kapal perang itu, seperti antena, meriam dan roket. Dalam pembuatan miniatur kapal perang, ukuran panjang miniatur 24,5 cm dan lebar 7,5 cm. Pada kenyataannya, kapal perang KRI Diponegoro hanya mempunyai satu meriam di depan, di belakang anjungan ada tempat pendaratan helikopter, dan antena pada menara. Hal itu yang saya ubah baik dibuang, dan ditambahkan. Dalam pembuatan miniatur, saya membuang tempat pendaratan helikopter dan menggantinya dengan tempat meriam. Saya menambahkan dua meriam dan dua roket antiudara. Satu meriam di depan dan satu meriam di belakang itu ditempatkan di tempat (bekas tempat pendaratan helikopter). Dua tempat roket ditempatkan di dek kapal perang sebelah kanan-kiri. Ini akan membuat kapal perang terlihat gagah dan tangguh. Miniatur kapal perang itu diberi nama Corvette-Advanced dan untuk TNI AL, beri nama 357-KRI Sriwijaya. Pantas tidak?

Bahan dan peralatan untuk membuat miniaturSebenarnya saya bukan ahli pembuat miniatur professional melainkan hanya sebagai pemula karena saya tidak tahu bahan dan peralatan apa khusus untuk miniatur. Saya cuma memakai bahan dan peralatan sederhana dan murah tapi dianggap layak untuk dipakai membuat miniatur. Bahan yang layak dipakai adalah kertas duplek, dan peralatan dalam pembuatan miniatur adalah lem putih FOX, gunting, cutter, bambu runcing kecil, cat (tiga warna: abu-abu, hitam, dan putih), dan kuas kecil.

Bagaimana cara membuat miniatur dengan kertas?Sebelum mulai membuat miniatur, lebih dulu membuat beberapa bentuk gambar kapal perang seperti denah rumah. Lihat contoh gambar ini!

Gambar 1.

Gambar 2.


Gambar 3


Gambar 4

Gambar seperti di atas, itulah dek-dek, anjungan, menara telekomunikasi, alat-alat senjata, dan lainnya yang diperlukan untuk miniatur kapal perang. Itu yang saya buat dengan mengunakan komputer. Kalau menggunakan manual (dengan tangan) untuk menggambarkan bentuk kapal perang, inilah yang akan memakan waktu lama beberapa hari. Hal ini saya lebih baik menggunakan komputer daripada manual agar waktu membuat bentuknya bisa lebih singkat dan cepat. Bentuk gambar kapal perang saya buat dengan software Corel Draw bukan AutoCAD karena saya belum bisa mempelajari dan menguasai software AutoCAD itu. Jadi, saya lebih memilih Corel Draw daripada AutoCAD karena saya hanya membuat garis-garis saja. Saya dapat menggambarkan bentuk kapal perang dengan garis-garis seperti gambar di atas dibantu garis pandu (guidelines). Beberapa bentuk kapal perang dibuat itu mirip seperti membuat bentuk luas kubus, digunting dan dilipat menjadi bentuk kubus 3D. Jarak dan ukuran bagian- bagian bentuk kapal perang dibuat harus sama dan benar agar bentuk kapal perang dapat dilipat dan dibentuk tepat dan benar. Setelah bentuknya dibuat, di-print out hitam-putih dengan kertas HVS saja. Setelah bentuknya sudah digunting di kertas HVS, lalu ditempel di atas kertas duplek lalu digunting lagi. Setelah digunting, dilipat, dilem (sampai dibentuk), ditempel dan dipasang (di atas dek/anjungan) sampai bentuk miniatur sudah jadi.

Bahan lainSelain kertas duplek, ada bahan lain yang dapat dipilih dalam pembuatan miniature, antara lain:
1. Permukaan kertas bukan kertas duplek, harus halus, kuat, dan tebal seperti, glossy.
2. Plat aluminium yang ketebalan tidak terlalu tebal tetapi hanya tipis mudah untuk dipotong.

Cara merawat miniatur dengan baikSetelah miniatur dibuat selesai, ada hal yang diperhatikan, yaitu merawat miniatur. Jika tidak merawat miniatur, miniature akan mudah terkena debu sukar dibersihkan. Apalagi miniature juga bisa mudah rusak seperti diinjakkan, dimainkan oleh anak-anak balita, diremas dan lain-lain. Untuk menghindarinya, tetap rajin memeriksa miniatur, memasukkan miniatur di dalam kotak yang sisi-sisi ditutupi kaca agar dapat dilihat, dan meletakkannya di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak apabila Anda tidak ingin anak-anak menyentuhnya. Jika Anda tidak menginginkan miniatur lagi, Anda boleh memberi miniature sebagai mainan kepada anak-anak balita.

1 komentar: